*Japanese Traveling
“Li-chan ayo cepat kemari. Jangan di perpustakaan terus.” Teriak Ibu Lisa yang dari tadi sudah memanggil Lisa.
“Iya aku dating” jawab Lisa lemas lalu keluar dari perpustakaannya menuju asal suara Ibu Lisa “Ada apa Bu?”
“Besok, Kaachan dan Toochan akan pergi ke rumah nenekmu di Indonesia, kau bisa jaga rumah kan?” kata Mrs. Kudo dengan lembut.
“Bisa-bisa saja asal kutu kecil ini diajak” kata Lisa seraya menunjuk adiknya.
“Huh, dasaar” keluh adiknya.
“Oh iya, katanya teman-temanmu akan kemari? Jangan berbuat macam-macam ya!!” kata Mr. kudo dengan nada galak.
“Oke aku janji” kata Lisa.
“Sudah, Kaachan mau beres-beres baju dulu” kata Ibu Lisa lalu beranjak pergi dari ruang keluarga disusul oleh Pak Yusaku dan adik Lisa.
“Weeek..” kata adik Lisa sembari menjulurkan lidahnya yang langsung dibalas Lisa dengan juluran lidah juga “Weeeeek…”
-continue
“Jag rumah baik-baik ya. Kalau orang yang tak dikenal mengetuk pintu jangan dibukain. Sapu dan pel rumah ya. Kaachan Cuma pergi seminggu” kata ibu Lisa ramah sembari mencium jidat Lisa.
“Toochan pergi dulu. Ini uang jajanmu, kalau kurang pakai tabunganmu dulu, oke?” kata Mr. Kudo.
“Sampai jumpa Toochan-Kaachan” kata Lisa pada saat orang tuanya menaiki taksi.
Setelah orang tuanya telah menghilang dari pandangannya, Lisa kembali masuk ke dalam rumah. “Ayo kita mulai bersih-bersih” kata Lisa sambil sedikit mendengus. “Oke, library first.”
-continue
“Afny, ini tiket pesawatmu. Hati-hati di jalan ya, salam buat orang tua Lisa ya” kata Mrs. Gelangweilt seraya memeluk Afny.
“Ayah duit jajan..” kata Afny sambil mengulurkan tangannya.
“Ini buat di Jepang. Jangan aneh-aneh lho ya, jangan deket-deket dengan anak cowok!” kata ayah Afny smbil memberikan uang.
“Selamat tinggal kakak” kata Friska, adik Afny lalu memeluknya.
“Hahaha..oke deh bos” kata Afny lalu berjalan menuju ruang tunggu Airport.
Tak lama kemudian pesawat itu pun terbang. 15 jam perjalanan telah berlalu, Afny pun sampai di Jepang. Setelah turun dari pesawat dan mengambil barang-barang, Afny langsung keluar untuk mencari taksi.
“Oke, sekarang gimana cara ngomongnya?” kata Afny seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Can you lead me to this address” kata Afny kepada salah satu supir taksi.
“Sure, Beika” kata supir taksi itu seraya mengangkat barang-barang Afny dan mempersilahkan Afny masuk.
-continue
“Ting..Tong..” bunyi bel rumah Lisa berbunyi.
“Iya, tunggu sebentar… Siapa y… Waw Oliver!!” kata Lisa lalu mau memeluk Oliver namun tak jadi. Mereka berpandangan beberapa detik kemudian Oliver
“Hei Lisa tampaknya kau sedang bersih-bersih” kata Oliver.
“Hehe, iyaa” balas Lisa. “Apakah aku tidak dipersilahkan untuk masuk? kata Oliver dengan muka polos. “Oh ya, aku sampai lupa. Silahkan masuk” kata Lisa sedikit gagap.
“Boleh aku membantumu?” kata Oliver yang langsung menyambar kemoceng Lisa.
“Oke, silahkan saja” kata Lisa yang diikuti tawa dari kedua oaring itu.
-continue
“Ma, aku akan pergi bersama Cedric” kata Nasha sambil mangenakan sepatu ungu kesayangannya.
“Iya, tapi kamu jangan berbuat yang enggak-enggak lho ya” kata Mrs. Violetto mengingatkan. “Ini uang jajan kamu.”
Keluarga Nasha pun menuju bandara Charles de Gaulle.
Setelah sampai di bandara, Ayah dan Ibu Mama Nasha memberikan kecupan selamat tinggal. Tampak dari jauh lelaki bertubuh tinggi dan tampan sedang menghampiri Nasha. Cedric.
“Nak Cedric Om titip Nasha ya, jaga dia dengan baik” kata Ayah Nasha.
Setelah mereka berpamitan, mereka pun menuju ruang tunggu dan menaiki pesawatnya. Membutuhkan 20 jam perjalan dari Paris menuju Jepang. Mereka berdua menghabiskan waktu dengan bercerita pengalaman-pengalaman mereka.
Tak terasa 20 jam berlalu, mereka telah mendarat di bandara Internasional Tokyo. Mereka bergegas mengambil barang-barang dan langsung memesan taksi.
-continue
Afny telah sampai di rumah Lisa, lalu ia segera mencari bel dan memencetnya. “Iya sebentar..” kata suara dari dalam yang tidak asing bagi Afny. “Afnyyy…” kata Lisa sambil memeluk Afny. “I miss You..” kata Afni. “I Miss You too hunny” balas Lisa. “Silahkan masuk, maaf kalau sedikit berantakan”
-continue
“Brina..ayo cepat , nanti kamu tertinggal pesawat” kata Mrs. Genendwell.
“Iya..ini juga udah mau turun Mom” kata Brina triak-triak dari atas.
Setelah Brina turun, keluarga Genendwell mengantarkan Brina menuju Newark Airport. Tibanya disana, telah ada seorang lelaki yang menunggunya. Cormac.
“Sini Brin biar kubantu” kata Cormac lalu mengambil barang bawaan Brina. Mereka langsung menuju pesawat karna sepertinya mereka hampir saja tertinggal.
23 jam mereka habiskan dengan bercanda, bercerita, dan berakhir dengan (ke)tidur(an) -_- Bandara Internasional Tokyo (again), saat mereka terun, mereka berdebat antara akan naik taksi atau menjadi Hitchhiking. Dan tentu saja semua itu berakhir dengan mereka naik taksi.
-continue
Setelah Lisa mandi dan membersihkan dirinya ia mengecek catatannya. “Brina, Cormac, Nasha, Cedric, Andy, Harry, Edward, Hermione, and Ron” kata Lisa merasa banyak temannya yang belum dating.
“Ting..Tong..” pasti salah satu dari mereka, piker Lisa. “Nasha..” kata Lisa yang langsung dipeluk oleh Nasha. “Heii Cedric” sapa Lisa sambil tersenyum.
“Masuklah, kalian dating malam sekali, kita baru saja selesai makan malam.” kata Lisa sambil menutup pintu. “Kamar Nasha di atas sebelah kanan, lalu kau Cedric, di atas sebelah kiri” kata Lisa yang menunjuk ruang atas.
-continue
“Andrea..cepat, Ed sudah menunggumu” kata Mrs. Juliana.
Tak lama kemudian Andy pun turun. “Let’s go Ed” kata Andy lalu berpamitan dengan kedua orang tuanya dan tidak lupa meminta uang jajan (-_-). Sesampainya di bandara mereka langsung menuju ruang tunggu. Beberapa saat kemudian mereka naik pesawat.
30 jam perjalan, dan Andy memutuskan untuk tidur. Sedangkan Ed lebih memilih mendengarkan music dari iPodnya.
For the last, bandara Internasional Tokyo. Andy dan Ed memesan taksi dan wuuuss.. menuju rumah Lisa.
-continue
22.00 p.m (Japan)
“Hoaaam..” Afny menggeliatkan tubuhnya. Nasha yang sudah tertidur di bahu Cedric dan Oliver tertidur dengan merebahkan kepalanya di meja. Sedangkan Lisa masih mondar-mandir menunggu kedatangan teman-temannya.
“Guys, aku mau membawa Nasha ke kamarnya ya. Sekalian aku juga mau tidur” kata Cedria yang sudah menggendong Nasha.
“Aku ikut” kata Afny yang merasa kamarnya juga berada di atas. “Baiklah, aku akan menunggu disini, kalian tidur saja” kata Lisa yang sudah terlihat mulai mengantuk. Afny, Cedric beserta Nasha pun menuju kamarnya.
“Lis, jangan terlalu dipaksakan, kalau kamu ngantuk, kamu tidur aja. Oke” kata Oliver seraya mengusap rambut Lisa. “Iya, sebentar lagi Ol” kata Lisa sambil tersenyum.
“Oke, kalau begitu aku tidur dulu ya” kata Oliver, lalu menuju kamarnya.
Tak berapa lama kemudian bel rumah Lisa berbunyi. “Tin..Tong..” dengan cepat ia menuju pintu. ‘Pasti Brina dan Cormac’ dan benar saja mereka yang datang. “Haii Mac” kata Lisa sambil melihat Brina yang di gendong Cormac. “Kamar Brina diatas sebelah kanan dank au di sebelah kiri” kata Lisa sambil menutup pintu.
Lisa memutuskan untuk tidur saja. Setelah ia mengunci semua pintu dan jendela ia bergegas menuju kamarnya. Lampu dimatikan dan. Gelap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar