“Yule Ball..adalah tempat berkumpul dan bersuka ria, dimalam sebelum tahun baru...” kata Mc. Gonnagal di samping Filchdan kucingnya. “Dan yang terpenting dari Yule Ball adalah.. a Dance”
Sebegian besar anak-anak mengeluh.
“What? Dance?” kata Fallen shock.
“Bahkan dalam mimpi terburukku sekalipun aku tidak pernah bermimpi menari” kata Animato sama shocknya dengan Fallen.
“Berdansa teman-teman, aku akan berdansa dengan pengeranku” kata Titto berbunga-bunga. Alegre berdada-dada ria dengan Cormac yang ada di barisan cowok.
“Oh teman-teman, kita yang paling malang” kata Preciux sambil memeluk Fallen dan Animato.
Kita adalah ijo limut teman” kata Animato.
“ijo lumut? Apa tuh?” kata Fallen tak mengerti.
“Ikatan Jomblo Lucu nan Imut” kata Animato dan Preciux bebarengan. Mereka bertiga pun tertawa.
Pelajaran Prof. McGonnagal berakhir dengan tawa karena Ron berdansa dengannya. Hahahaha… itu sangat lucu sekali.
“A dance? Mungkin ini adalah hal yang ter-nightmare yang pernah ada dalam hidupku” kata Animato di koridor sekolah.
“Ayolah teman-teman, tidak sebruk yang kalian kira” kata Alegre menenangkan para sahabatnya.
“Tapi sayangnya kita tidak bias berdansa dan tidak memiliki pasangan Alegre” jawab Animato, Fallen, dan Pecriux dengan kompak.
Akhirnya mereka semua memilih untuk diam, daripada harus membahas tentang Yul..yule..Yule Ball. Tiba-tiba ada seseorang dari belakang mereka yang memanggil.
“Fallen..” kata suara asing itu. Dan yang mempunyai nama itu pun membalikkan badan. “Ya?” kata Fallen dari kejauhan yang sudah pasti tidak didengar oleh Goyle. Ya, lelaki itu.
“Bisa kita berbicara sebentar?” tanya Goyle yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Fallen. “What?” Goyle masih diam sambil memandangi teman-teman yang ada di belakang Fallen.
“Eeemm..well, sebaiknya kita pergi guys” kata Preciux yang merasa bahwa Goyle tidak mau diganggu “Kita tunggu di ruang rekreasi Fall” kata Preciux lagi sambil melambaikan tangan.
“Oke, let’s talk” kata Fallen yang merasa tidak sabar.
“Eeemm...eee…kau..ma…mau…aaahh” kata Goyle yang mulai terlihat kebingungan dan gelisah.
“Come on Goyle” kata Fallen yang sepertinya agak malas.
“…”
“…”
“…”
“Oke Goyle, jika kau tidak mau bicara sekarang, aku akan pergi. Karna teman- temanku sedang menungguku” kata Fallen seraya membalikkan badan dan berlalu.
Beberapa langkah, cukup jauh. Goyle berteriak “Maukah kau menjadi pasanganku di Yule Ball nanti?” Goyle menghela nafasnya. Merasa ia yang ditriaki, Fallen pun membalikkan badannya.
“What? Me?” kata Fallen agak bingung. “Apakah ini hanya jabakan saja?” katanya penuh selidik.
“No, aku serius. Karna...kupikir…kaulah…wanita…yang…paling…ee…manis..” katanya, pipinya yang putih itu kini bersemu merah.
“Well, thank you..” kata Fallen sambil berjalan kearahnya “sejauh ini belum ada yang mangajakku..dan..” kata Fallen menggantung “oke, aku akan kesana bersamamu” jata Fallen akhirnya.
“Really?” kata Goyle girang “Yeaaahhh…” katanya lagi. Dan kemudian dia lari entah kemana.
“Aneh..” gumam Fallen, lalu ia berjalan menuju asramanya dehgan bersenandung kecil. Ia tidak sadar ada orang yang memperhatikannya dari kejauhan dengan tatapan jengkel dan kesal. Ron.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar